Hari ini hari minggukah? Saya selalu menantikan hari minggu. Ya, pastinya karena libur, jadi bisa istirahat. Tapi, tidak semua hari minggu saya nikmati dengan menyenangkan. Seperti hari ini, minggu yang sangat membosankan dan mengerikan. Mebosankan karena seharian dalam rumah meratapi rencana yang gagal. Dan mengerikan karena pada saat tidur siang, saya mimpi buruk. Hihh. Sebenarnya hari ini saya punya rencana. Belanja. Tapi apadaya teman-temanku sedang tidak punya uang. Biasanya, kalau keadaan seperti ini, belanja sendirianpun tidak apa-apa, tapi sayang, hari ini moodku sedang buruk untuk mondar-mandir mall sendirian.Ya sudahlah. Saya putuskan rencana hari ini di tunda dulu. Sore ini langit terlihat cerah dari biasanya. Dan saya butuh udara segar dan pemandangan segar untuk menenangkan pikiran. Teras rumah. Itulah tempat favorit. Saya merebahkan badan di salah satu kursi. Kursinya tiga, saling bergandengan. Warnanya merah tua dan sudah lusuh. Seperti kursi kapal. Dan memang ini kursi kapal.Kapal laut tepatnya. Sekaligus simbol kalau pemilik rumah ini seorang Kapten. Berbagaimacam kegiatan yang mereka lakukan sore ini. Dari tetangga di sebelah kiri, terdengar suara beberapa orang bernyanyi. Sangat keras suaranya. Menurut pendengaranku ada beberapa laki-laki disana, tetapi, suara perempuan lebih dominan. Terserahlah. Kali ini saya tidak memperdulikan nyanyian tetangga, tetapi mataku lebih ingin tertuju pada sosok yang ada di seberang jalan sana. Tepat di hadapanku. Sosok itu sangat tidak asing. Mungkin 2 hari setelah Kakaku pindah kerumah ini, hari itulah pertamakali saya melihatnya, saya cukup kaget. Apakah saya tidak salah lihat? Itulah ungkapan dalam benakku.
Dan hari ini lagi-lagi saya memperhatikannya dengan lebih teliti. Memang, sangat mirip. Ahok. Taukan Ahok? itu loh Gubernur Jakarta. Lelaki itu mirip Ahok, sangat mirip. Saya merasa lucu, tapi dalam hati. Takut orangnya tersinggung. Hehe. Nampaknya usianya masih muda, mungkin SMA. Saya cukup senang. Orang yang hanya bisa kulihat di layar TV, kini sudah kulihat langsung. Saya tidak menyangka kalau Kakak saya bertetangga dengan Ahok. Hihi
Hahh suasana di teras menjadi lebih ramai, ketika bangunya kedua bersaudara yang hanya terpaut satu tahun ini. Ya sudah, kami membuat kegiatan baru dengan memetik daun paci milik tetangga, untuk menghias kuku. Ssttt ... tolong jangan bilang tetangga ya. hehe
Sekianlah cerita hari ini. Terimakasih sudah berkenan membaca (Postingnya telat) hihi
-Kama Lia
Dan hari ini lagi-lagi saya memperhatikannya dengan lebih teliti. Memang, sangat mirip. Ahok. Taukan Ahok? itu loh Gubernur Jakarta. Lelaki itu mirip Ahok, sangat mirip. Saya merasa lucu, tapi dalam hati. Takut orangnya tersinggung. Hehe. Nampaknya usianya masih muda, mungkin SMA. Saya cukup senang. Orang yang hanya bisa kulihat di layar TV, kini sudah kulihat langsung. Saya tidak menyangka kalau Kakak saya bertetangga dengan Ahok. Hihi
Hahh suasana di teras menjadi lebih ramai, ketika bangunya kedua bersaudara yang hanya terpaut satu tahun ini. Ya sudah, kami membuat kegiatan baru dengan memetik daun paci milik tetangga, untuk menghias kuku. Ssttt ... tolong jangan bilang tetangga ya. hehe
Sekianlah cerita hari ini. Terimakasih sudah berkenan membaca (Postingnya telat) hihi
-Kama Lia

0 komentar