Saturday, September 28, 2013

Materi Kewirausahaan "Prospek Usaha"


Ø  Pengertian Prospek Usaha
Menururt Paul R. Krugman (2003:121) menyatakan bahwa “Prospek adalah peluang yang terjadi karena adanya usaha seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya juga untuk mendapatkan profit atau keuntungan”.
Menurut Djasmin (1994:28) “kebijakan perusahaan untuk meningkatkan kinerja penjualan dengan meraih peluang yang ada serta mengatasi berbagai hambatan dan ancaman baik dalam jangka panjang maupun jangkan pendek”.
Siswanto Sutejo (1945;28) menyimpulkan secara jelas prosfek adalah ; “Suatu gambaran keseluruhan, baik ancaman ataupun peluang dari kegiatan pemasaran yang akan datang yang berhunbungan dengan ketidak pastian dari aktifitas pemasaran atau penjualan”.
Dengan demikian prospek merupakan kondisi yang akan dihadapi oleh perusahaan dimasa yang akan datang baik kecendrungan untuk meningkatkan atau menutup. Kodisi ini dipengaruhi oleh berbagai peluang dan ancaman yang dihadapi. Kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan sehingga diperlukan perencanaan dan perumusan strategis perusahaan secara baik. Khususnya kebijakan pemasaran dan perusahaan dapat meningkatkan pemasaran produksinya dengan memanfaatkan peluang-peluang dan mengetahui berbagai bentuk ancaman dikemudian hari.

Ø  Unsur-Unsur Peluang Usaha
Sebelum memulai sebuah usaha, seorang wirausahawan haruslah memperhatikan beberapa hal. Hal-hal tersebut diantaranya adalah:
1.       Lihat karakter usaha Anda dan sesuaikan dengan karakter pribadi Anda     
  Anda perlu mengenali karakter bidang usaha anda, Tujuannya adalah untuk melihat apakah karakter dasar Anda sesuai dengan karakter usaha Anda.
2.       Lihat apakah Anda menyukai usaha tersebut
       Merupakan syarat mutlak bahwa seseorang harus menyukai usaha yang      akan digelutinya. Kenyataan menunjukkan bahwa rasa suka pada usaha akan membuat seseorang lebih giat, tekun, dan pantang menyerah dalam menjalankannya sehingga nantinya akan membuahkan hasil yang baik.
3.       Lihat apakah Anda mampu menjalankan usaha tersebut
       Sangat penting bagi kita untuk mengukur kemampuan diri dengan tujuan untuk melihat apakah kita mampu menjalankan usaha tersebut. Kita bisa mengukur kemampuan kita dengan mengadakan beberapa analisa atau riset sederhana mengenai usaha tersebut, kemudian hasilnya dibandingkan dengan kemampuan kita.
4.       Kebutuhan akan sumber penemuan
Sebelum memulai sebuah usaha, ada baiknya kita melakukan pengamatan tentang  kebutuhan pasar terhadap produk yang akan kita geluti.Pengamatan ini  sangat berguna bagi panjang atau tidaknya umur usaha yang akan digeluti.
5.        Membuat inovasi baru
Hal yang sangat dan selalu perlu dilakukan oleh seorang wirausaha adalah melakukan inovasi yang dapat dilakukan untuk sebuah produk yang akan dijalani.
6. Sesuai Keahlian
7.  Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar
Menyesuaikan kondisi usaha yang akan dijalani dengan kebutuhan sekitar  akan berpengaruh pada permintaan pasar, khususnya pasar-pasar terdekat  yang mudah digapai.
 8. Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
Pengamatan terhadap produk atau jasa juga adalah hal terpenting  yang harus dilakukan oleh usahawan agar kekurangan pada produk atau jasa yang dihasilkan dapat diperbaiki.Sehingga hasil yang memuaskan dapat dihasilkan.
9. Pemanfaat produk dari perusahaan lain
Memanfaatkan produk dari perusahaan lain juga dapat dilakukan untuk menjadi bahan  pembantu dalam produk atau jasa yang dihasilkan.
10. Usaha Warisan
11. Ikut-ikutan
12. Coba-coba
Ø  Masalah Dan Solusi Dalam Membangun Usaha
Masalah :
·         Kurangnya obyektivitas
·         Kurangnya kedekatan dengan pasar
·         Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai
·         Diabaikannya kebutuhan finansial
·         Kurangnya diferensiasi produk
·         Pemahaman terhadap masalah-masalah hukum yang tidak memadai
              Solusi  :
·         Mempertahankan sikap obyektivitas dan selalu mencari gagasan bagi produk atau jasa.
·         Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki.
·         Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses.
·         Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan dan produksi.
·         Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa.
·         Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu yang membedakannya dari pesaing.
·         Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merek dagang dan merek jasa. 
Load disqus comments

0 komentar